rpm-ftui

SAMBUTAN DEKAN FTUI

Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) adalah sebuah institusi akademik yang selalu mengambil peran aktif dalam kegiatan-kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat yang didedikasikan bagi penyelesaian masalah-masalah yang ada di masyarakat dan lingkungan, baik pada tingkat nasional maupun global.  Dalam perjalanan sejarahnya, para peneliti dan mahasiswa FTUI telah menorehkan prestasi-prestasi yang patut dibanggakan.

Diantara bukti nyata peran aktif para dosen peneliti dan mahasiswa adalah produk-produk inovatif hasil penelitian yang perlu dipromosikan lebih jauh agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.  Sebagai salah satu langkah realisasi maka kami menyajikan Buku Produk Inovatif FTUI: “Karya Anak Bangsa untuk Negeri Tercinta” dengan tujuan agar para civitas akademika di FTUI termotivasi lebih lanjut untuk terus berkarya lebih baik lagi. Sedangkan bagi masyarakat umum, pemerintah dan kalangan industri maka kehadiran buku ini diharapkan mampu memberikan informasi yang dibutuhkan terkait dengan rencana kemandirian bangsa Indonesia untuk bisa memproduksi barang-barang strategis di dalam negeri sendiri.
Akhir kata, mari kita sama-sama berdoa agar  kerja keras semua ini mendapatkan ridha dan berkah dari Allah SWT, serta Fakultas Teknik Universitas Indonesia selalu konsisten  dalam karya memberikan tauladan  bagi lingkungan di sekelilingnya. Aamin.


Prof. Dedi Priadi


SPEECH FROM THE DEAN

Faculty of Engineering Universitas Indonesia (FTUI) is an academic institution which always takes an active role in research activities and community service dedicated to the solution of the problems existing in society and environment, both at national and global level. In the course of its history, researchers and students at FTUI have been achieved a milestone.

Among the tangible evidence of the active role of the faculty researchers and students are the innovative products resulted from research that need to be further promoted for the benefit of society. As one of the measures we present the realization of FTUI Innovative Products Books: “Karya Anak Bangsa untuk Negeri Tercinta” with the aim that the academic community in the Faculty of Engineering Universitas Indonesia will be more highly motivated to continue to work even better. As for the general public, government and industry, the presence of the book is expected to provide the necessary information related to the proposed independence of the Indonesian people to be able to produce important goods for their own country.
Finally, let us together pray that all this hard work  will to get the blessing of Allah SWT, as well and the Faculty of Engineering Universitas Indonesia would always be consistent in the work to provide a model for the environment around. Aamiin.


Prof. Dedi Priadi

ALAT PEMADAM API SERBAGUNA

Prof. Yulianto S. Nugroho

Meningkatnya kasus kebakaran terutama di area yang padat penduduk telah memotivasi Prof. Yulianto dan beberapa koleganya di Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Indonesia untuk memberikan solusi bagi masyarakat dengan mengembangkan peralatan yang mampu memadamkan api di wilayah-wilayah yang tidak mampu dicapai oleh mobil pemadam kebakaran standar. Beberapa alat pemadam api yang sedang dikembangkan oleh Prof. Yulianto dan tim antara lain:  

Alat Pemadam Api Ringan
Alat pemadam kebakaran ringan merupakan suatu perlengkapan yang dapat dibawa masuk ke dalam perkampungan penduduk dengan akses jalan sempit. Alat ini tidak membutuhkan banyak air, sehingga sumber airnya bisa didapat dari mana saja yang ada di lokasi kebakaran. Selain untuk memadamkan api, dalam kondisi biasa, alat ini dapat digunakan untuk keperluan mencuci mobil. Alat ini dikembangkan bersama dengan Warjito Ph.D.


Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dengan Sistem Kabut Air
Dikembangkan bersama Prof. Danardono Agus Sumarsono, alat ini khusus didisain untuk kebakaran yang sering tejadi di dapur rumah. Ide pengembangan dimotivasi oleh kenyataan bahwa karena hampir mayoritas dapur di rumah tangga di Indonesia tidak dilengkapi dengan alat pemadam kebakaran. Salah satu kendala yang paling krusial dalam kasus kebakaran adalah sulitnya diperoleh sumber air yang memadai di saat kondisi kepanikan telah terjadi. Maka, salah satu terobosan jitu untuk memadamkan api dengan jumlah air yang sangat terbatas adalah dengan cara mengkonversi air tersebut menjadi partikel-partikel kabut yang sangat halus. Proses penguapan air menjadi kabut itu sudah berperan secara signifikan dalam mengurangi waktu penyalaan api, disebabkan telah diserapnya sebahagian besar nilai panas dari api. Saat ini, tim masih melakukan pengembangan lebih lanjut dalam hal disain untuk menghasilkan mesin yang lebih ringan dan kompak. Hal ini disebabkan karena proses penguapan air itu membutuhkan tekanan yang cukup tinggi sehingga diperlukan konstruksi tangki yang masih besar. Pengembangan lanjut terus dilakukan untuk memperoleh bobot alat yang lebih ringan.



MULTI PURPOSE- FIRE EXTINGUISHERS

Prof. Yulianto S. Nugroho

The increase number of fire cases, especially in densely populated residential areas, has motivated Prof. Yulianto Sulistyo Nugroho and his colleagues at Department of Mechanical Engineering Faculty of Engineering Universitas Indonesia to provide a solution for society by developing fire extinguisher to extinguish fires in the area where fire engine cannot reach due to limited access. Several fire extinguishers that are being developed by Prof. Yulianto and his team are:

Light Fire Extinguisher
This fire extinguisher has been developed together with Warjito, Ph.D. from the same department. This light weight device does not require much water and can be mobilized through narrow streets in heavily populated areas with limited water resources. For normal usage, this device can also be functioned as a car wash device.

Light Fire Extinguisher with Water Fog System

This type of fire extinguisher was developed together with Prof. R. Danardono A. Sumarsono, and was made specifically to extinguish kitchen fire. The idea came from the fact that most of household kitchens in Indonesia are not equipped with a fire extinguisher. One of the most crucial problems and fighting fire is the difficulty to obtain water resource in the affected areas, especially because of people get panick Therefore, converting the limited water resource into very fine texture of steam (water fog) can be considered as an effective way as some of heat from the fire will be absorbed significantly by the water fog, even since the earlier period of the evaporation stage. The main advantage of this fire extinguisher is that no chemical compound is used. However, since the water fog system requires high pressure to convert water to fog, the weight of the tank is still rather heavy. Further development in design is still being carried out by the team to provide a lighter and more compact equipment.






ALAT PENYEDOT DAN PENGHANCUR JENTIK NYAMUK PORTABEL


Prof. Slamet & Dr. Rizal Subahar

Penyakit demam berdarah (DBD), yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, merupakan salah satu masalah kesehatan serius di dunia (termasuk Indonesia) yang hingga saat ini masih sulit ditangani.  Salah satu cara untuk mencegah penyakit DBD adalah dengan memutuskan rantai penularan dengan cara mengendalikan vektor/jentik melalui kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Namun sayangnya, hingga saat ini upaya pemantauan jentik nyamuk masih dilakukan dengan peralatan yang kurang layak, sehingga hasilnya tidak optimal.



Tertantang oleh masalah ini maka Prof. Slamet dari Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Indonesia dan Dr. Rizal Subahar dari Departemen Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia telah mengembangkan sebuah alat penyedot jentik nyamuk yang sangat efektif, dan berfungsi sekaligus sebagai penghancur jentik nyamuk secara simultan.

Peralatan tersebut dirancang dalam bentuk portabel, sehingga penggunaannya sangat praktis dan fleksibel untuk segala kondisi di lapangan, mampu menjangkau relung-relung atau pojokan sehingga diharapkan populasi nyamuk DBD dapat ditekan secara signifikan.



PORTABLE MOSQUITO LARVAE VACUUM AND CRUSHER

Dengue fever (DHF), which is transmitted through the bite of Aedes aegypti and Aedes albopictus mosquitos, is a serious health problem in the world (including Indonesia) and up to today is still difficult to handle. One way to prevent this disease is to break the chain of transmission by controlling the vector / flick through mosquito nest eradication (PSN). But until now, the efforts to monitor mosquito larvae is carried out by using conventional equipment that is less feasible so that the results are still not optimal yet.


Challenged by this problem, Prof. Slamet from Department of Chemical Engineering, Faculty of Engineering Universitas Indonesia and Dr. Rizal Subahar of the Department of Parasitology Faculty of Medicine Universitas Indonesia have developed a vacuum equipment that is highly effective to suck the mosquito larvae, and at the same time it functions simultaneously as a crusher of mosquito larvae simultaneously.

The equipment is designed in a portable form, so its use is very practical and flexible for all conditions in the field, able to reach recesses or corners so as expected mosquito populations can be reduced significantly.

ASBUTON (Aspal dari Batuan Mineral Pulau Buton)


Prof. Mohammad Nasikin

Asbuton, yang merupakan singkatan dari Aspal Buton merupakan hasil penelitian Prof. Mohammad Nasikin dan timnya dari Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Beliau adalah pakar di bidang rekayasa reaksi kimia dan katalis untuk aplikasi-aplikasi pada sintesis produk baru, penanganan masalah lingkungan dan rekayasa bahan bakar alternatif.


Asbuton merupakan jenis aspal alam terbesar di dunia yang depositnya terdapat di Pulau Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara. Berbeda dengan aspal minyak yang berasal dari proses penyulingan minyak bumi, Asbuton berasal dari minyak bumi yang terdorong muncul ke permukaan menyusup di antara batuan yang berpori sehingga kadar Asbuton lebih didominasi oleh keberadaan mineral berupa CaCO3 .


Beberapa keunggulan yang ditawarkan oleh Asbuton antara lain:

  • Jumlah cadangan depositnya sangat banyak sehingga mampu mensubstitusi keberadaan dan penggunaan aspal minyak;
  • Dapat diterapkan secara kompatibel pada campuran aspal panas (hot mix);
  • Mampu meningkatkan umur konstruksi jalanan;
  • Ketahanan yang tinggi terhadap perubahan temperatur saat dipakai pada konstruksi jalan raya;
  • Nilai modulus kekakuan yang lebih tinggi daripada aspal konvensional.


ASBUTON (Asphalt from Buton Island Rock Mineral)


Prof. Mohammad Nasikin

Asbuton, which stands for Asphalt from Buton island rocks, is the research product by Prof. Mohammad Nasikin and his research group from Department of Chemical Engineering Faculty of Engineerig Universitas Indonesia.  He is an expert in chemical reaction and catalyst engineering for strategic applications on the new product synthesis, environmental issues and alternative fuels.


Asbuton is one type of natural asphalt resources of the world largest deposit located in Buton Island, Southeast Sulawesi Province. This asphalt is different from the one made of petroleum refining in the sense that it comes from crude oil pushed to the earth surface and penetrates through the porous rocks making its content is dominated by the presence of minerals such as CaCO3 .


The benefits offered by Asbuton are:

  • Abundant deposit, which can substitute the existence and usage of conventional petroleum asphalt and it can be applied compatibly with the hot mix asphalt;
  • Able to provide longer fatigue endurance as well as higher resistance to the temperature difference upon its usage for street construction;
  • Higher stiffness modulus than that of the conventional asphalt.