rpm-ftui

22/04/2026 11:16 Authored By: Administrator

Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) menerima kunjungan delegasi dari The University of Queensland (UQ), Australia, dalam rangka Joint Workshop dan Research Collaboration bertajuk Decarbonisation of Industry and Sustainable Fuels yang diselenggarakan pada 8–9 April 2026 di Kampus FTUI, Depok. Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat kolaborasi internasional di bidang dekarbonisasi industri, transisi energi, dan pengembangan bahan bakar berkelanjutan.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan FTUI, Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, S.T., M.Sc., Ph.D. Dalam sambutannya, Prof. Kemas menekankan pentingnya kemitraan global dalam menjawab tantangan perubahan iklim dan transformasi industri menuju ekonomi rendah karbon.

“Kolaborasi antara FTUI dan The University of Queensland merupakan langkah strategis dalam memperkuat kerja sama riset dan pendidikan di bidang dekarbonisasi industri dan bahan bakar berkelanjutan. Kami berharap kemitraan ini tidak hanya menghasilkan inovasi teknologi rendah karbon, tetapi juga membuka peluang joint degree, riset bersama, serta mobilitas mahasiswa dan dosen yang lebih luas. Bersama, kita berkomitmen untuk berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan solusi berkelanjutan bagi masyarakat global,” ujar Prof. Kemas.

Sejalan dengan sambutan tersebut, rangkaian kegiatan menghadirkan sesi pleno yang membahas perspektif NetZero Australia oleh Associate Professor Simon Smart, Ph.D. (UQ), serta strategi transisi menuju net zero di Indonesia yang dipaparkan oleh Prof. Widodo Wahyu Purwanto (UI). Diskusi interaktif yang berlangsung secara hybrid ini memperkaya wawasan peserta mengenai pendekatan kebijakan, teknologi, dan implementasi dekarbonisasi di berbagai sektor industri.

Pada sesi seminar riset, para akademisi dari UQ dan Indonesia mempresentasikan inovasi terkini, mulai dari teknologi carbon recycling untuk dekarbonisasi industri besi dan baja, konversi karbon dioksida dan metana berbasis energi surya, pemanfaatan poliolefin sebagai sumber hidrogen, proses kimia intensif rendah karbon, produksi bahan bakar berbasis limbah, hingga teknologi hidrogen hijau untuk kendaraan listrik. Forum ini menjadi ruang pertukaran gagasan yang konstruktif antara peneliti, dosen, dan mahasiswa.

Selain itu, kuliah tamu mengenai Carbon Capture, Utilisation and Storage (CCUS) di Australia dan pemanfaatan CO? diikuti oleh mahasiswa sarjana FTUI. Sesi ini memberikan pemahaman komprehensif mengenai perkembangan teknologi penangkapan dan pemanfaatan karbon sebagai bagian dari strategi dekarbonisasi global.

Pada hari kedua, kegiatan difokuskan pada diskusi kelompok kecil antara delegasi UQ dan dosen FTUI dari Departemen Teknik Kimia serta Energy System Engineering. Diskusi ini menghasilkan tiga gagasan awal untuk topik tesis magister kolaboratif antara UI dan UQ di bidang dekarbonisasi dan bahan bakar berkelanjutan. Delegasi juga berinteraksi dengan mahasiswa internasional FTUI serta meninjau fasilitas laboratorium interdisipliner sebagai bagian dari penjajakan kolaborasi riset lanjutan.

Kunjungan ini turut mencakup pertemuan dengan Kantor Urusan Internasional FTUI dan perwakilan UQ Global Partnership Indonesia untuk membahas penguatan kerja sama institusional, termasuk peluang program joint degree, mobilitas akademik, serta kolaborasi riset berbasis industri.

Melalui kegiatan ini, FTUI kembali menegaskan komitmennya dalam membangun jejaring global yang produktif dan berkelanjutan. Kolaborasi antara FTUI dan The University of Queensland diharapkan tidak hanya memperkuat kapasitas riset kedua institusi, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata dalam mendukung agenda dekarbonisasi dan pembangunan berkelanjutan di tingkat global.

Sumber: FTUI