rpm-ftui

12/02/2026 09:46 Authored By: Administrator














Satgas Kebencanaan FT UI memberikan bantuan kepada korban banjir di Aceh Tengah, belum lama ini. (Foto: dok. Humas UI)
Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FT UI) melalui Satuan Tugas (Satgas) Kebencanaan melaksanakan misi kemanusiaan ke Desa Kala Segi dan Desa Toweren, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.
Kegiatan yang dipimpin langsung Dekan FT UI, Kemas Ridwan Kurniawan juga melibatkan kolaborasi dengan Posko Rakyat Aceh Tengah dan Ikatan Alumni FT UI.
“Hadirnya kami sebagai bentuk kepedulian dan kontribusi nyata dalam penanganan serta pemulihan pascabencana banjir bandang yang terjadi di Aceh,” ujar Kemas dalam rilis yang diterima berita.depok.go.id, Sabtu (31/01/26).
Dalam kunjungan tersebut, FTUI menyalurkan bantuan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Di Desa Kala Segi, bantuan berupa alat tulis dan perlengkapan kebersihan untuk mendukung pemulihan aktivitas pendidikan dan lingkungan.
Sementara itu, masyarakat Desa Toweren menerima bantuan mesin pemotong kayu.
Diharapkan bantuan ini dapat dimanfaatkan bersama untuk mendukung rehabilitasi infrastruktur serta pemulihan ekonomi warga.
Kemas menjelaskan, tim Satgas Kebencanaan FT UI juga melakukan pemetaan kebutuhan lapangan dan berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan lokal.
“Langkah ini dilakukan untuk mengidentifikasi potensi kontribusi FT UI pada fase pemulihan jangka menengah dan panjang berbasis keilmuan, teknologi, dan keahlian multidisiplin,” jelasnya.
Civitas FT UI yang berada di lokasi juga melakukan pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah yang diwakili oleh Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan dan perangkat daerah lainnya.
Dikatakan Kemas, pertemuan ini membahas hasil awal dan rencana assessment terkait fenomena sinkhole dan potensi longsor di sejumlah wilayah terdampak.
Diskusi juga menyoroti pentingnya analisis kondisi tanah dan geologi sebagai dasar penguatan mitigasi bencana ke depan.
Selain aspek kebencanaan, pembahasan turut mencakup penataan kawasan di luar wilayah Danau Laut Tawar dengan memperhatikan prinsip keselamatan, tata ruang, dan keberlanjutan lingkungan.
“Potensi pengembangan pariwisata Danau Laut Tawar yang terintegrasi dengan perencanaan wilayah juga menjadi salah satu agenda diskusi, termasuk penguatan kapasitas sumber daya manusia pemerintah daerah di bidang pariwisata,” paparnya.
Kampung Toweren, Kecamatan Laut Tawar, merupakan salah satu wilayah yang terdampak paling parah akibat banjir bandang yang menyapu permukiman dan area persawahan warga di empat desa, yakni Toweren Toa, Toweren Uken, Toweren Antara, dan Toweren Uwaq.
Kerusakan fasilitas serta terganggunya aktivitas ekonomi masyarakat menjadi perhatian utama dalam dialog antara FT UI, warga, dan pengelola posko yang berlangsung di Meunasah setempat.
Sebagai tindak lanjut, akademisi FT UI merencanakan analisis kondisi tanah di sejumlah lokasi terdampak, menyusul kekhawatiran warga terkait kestabilan tanah pascabanjir.
Beberapa wilayah, seperti Umang Isaq, Serule, serta kawasan Pondok Balek di Kecamatan Ketol, dilaporkan mengalami retakan dan lubang besar yang berpotensi menimbulkan bencana susulan. 
Analisis ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi teknis terkait keamanan permukiman dan mitigasi risiko di masa mendatang.
Kemas menuturkan, diskusi bersama warga dan pemangku kepentingan setempat juga melahirkan gagasan pembentukan Posko Alumni Universitas Indonesia di Takengon sebagai wadah keterlibatan alumni UI dalam mendukung penanganan kebencanaan secara berkelanjutan di Aceh Tengah.
“Melalui rangkaian kegiatan ini, FTUI menegaskan peran perguruan tinggi tidak hanya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai mitra strategis masyarakat dan pemerintah daerah dalam menghadapi serta memulihkan dampak bencana secara berkelanjutan dan berkeadilan,” pungkasnya.

Sumber: Berita Depok